Berpuluh tahun lalu, ibu mempunyai sejenis tanaman yang sangat dia sukai, Sri Rejeki.
Aneh...... apa bagusnya, begitu pikirku. Tanaman yang berdaun hijau dengan bercak-bercak putih kehijauan itu buatku tanaman biasa saja, tidak indah. Wong cuma daun doank gitu kok .......
Di tahun 2008 ini, ketika ibu sudah tak ada, baru aku bisa merasakan keindahan yang dulu dirasakan ibu. Si Sri Rejeki itu kini telah menjelma menjadi mahluk yang sangat indah, berkat polesan dari seorang tua yang katanya bernama Greg Hambali.
Pertama kali aku mengenal si Sri dalam tampilan baru itu, aku benar-benar jatuh cinta namun ditingkahi benci. Harganya yang naudzubillah....... membuatku hanya mampu melihat di lapak pedagang dan rumah kawan yang kaya raya, tak mampu memiliki.
Kini, si Sri sudah tidak terlalu sombong. Dia mau aku pinang dengan uang dua lembar bergambar Soekarno. Terima kasih Sri, terima kasih pak Hambali......
Rumahku kini dihiasi si Sri, Sri Rubi, Lady Val., POS, dan puluhan jenis lainnya.
Hari ini aku masih menunggu, si Sri lain yang cantik untuk tidak sombong lagi, mau aku pinang menjadi penghias rumahku. Tapi kapan yah ...... mungkin dua tahun lagi, seperti Sri yang ada di rumahku.
Senin, 22 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar