Senin, 01 Desember 2008

Dia adalah anakku, Atiya Falisha. Anak keempat yang sebelumnya aku fikir tak akan pernah aku miliki. Kufikir ..... cukuplah tiga, dua lelaki dan satu perempuan. Tiga itu telah sangat membahagiakan keluarga kami.

Tetapi Allah memberi kami titipan satu lagi, seorang gadis kecil yang entah mengapa sangat mirip sekali dengan Almarhumah ibuku.
Kebahagiaan kami bertambah-tambah. Syukur kami tak putus kepada Allah yang memberi kami anugerah .............. Atiya Falisha, yang bermakna hadiah yang memberikan kebahagiaan.
Dan ternyata...... nama yang kupilih itu sangat sesuai dengan keadaan hari ini. Hadiah itu memberi kami kebahagiaan yang berlimpah-limpah.

Falisha ................ semoga Bapak selalu sehat, dan dapat mendampingimu tumbuh dewasa, menjadi muslimah yang berguna bagi nusa, bangsa dan agamamu. Amin....

1 komentar:

KOPIN mengatakan...

orang jualan bisa komentar di blog yah ?